Sistem Informasi Desa Pandansari

Sejarah Desa

Pada jaman sebelum datangnya penjajahan Hindia Belanda, daerah ini sudah dihuni dan dikenal sebagai daerah pemukiman yang letaknya berdekatan dan berbatasan dengan Kadipaten Pakis Aji yang merupakan mitra Kadipaten Pasir Luhur.

Adipati yang terkenal pada saat itu bernama Raden Adipati Harya Taman yang merupakan menantu Adipati Pasir Luhur. Alkisah pada suatu hari Kadipaten Pakis Aji kedatangan salah satu pangeran muda dari Kerajaan Tanah Jawa dengan tujuan utamanya untuk meminang salah satu putri Adipati Harya Taman yang bernama Dewi Rantansari. Dengan rasa hormat dan takut sang Adipati langsung menerima pinangan dari Sang Pangeran Muda, namun ternyata sang putri menolak dan meninggalkan Kadipaten Pakis Aji, maka marahlah sang Pangeran muda.

Sang Pangeran muda dengan didampingi sesepuh/penasehat Adipati yang bernama Ki Sela Brani disertai prajurit secukupnya bermaksud mencari keberadaan sang putri. Pada saat pencarian, mereka kehabisan perbekalan, terutama air minum. Sang pangeran merasa kehausan maka ditugaskan prajurit untuk mencari air minum ke rumah penduduk terdekat tapi tak satupun yang berhasil mendapatkan air sehingga sambil menahan marah dan haus, sang pangeran muda berucap, "Ajining banyu ajining barang", maka terjadilah nama Ajibarang sebagai pengganti Kadipaten Pakis Aji.

Ada dua wanita kaka adik yang sangat cantik yang diidamkan oleh para lelaki bernama Dewi Pandanayu dan Dewi Rantansari. Namun kedua wanita tersebut tidak mau menerima pinangan dari lelaki manapun dan memilih untuk bertapa sampai akhir hidupnya. Akhirnya daerah yang didiami wanita tersebut dinamakan Desa pANDANSARI yang diambil dari kedua nama wanita tersebut.


Tulis Komentar